Moderasi Beragama dan Tantangan Polarisasi di Indonesia Dibahas di Markas Kodim 1309/Manado

Kegiatan Komunikasi Sosial yang digelar di Markas Kodim 1309/Manado, Senin (9/19/2023). (Foto: Penerangan Kodim 1309/Manado)
Kegiatan Komunikasi Sosial yang digelar di Markas Kodim 1309/Manado, Senin (9/19/2023). (Foto: Penerangan Kodim 1309/Manado)

Kodim 1309/Manado menggelar acara Komunikasi Sosial dengan komponen masyarakat Kota Manado. Kegiatan ini mengambil tema "Moderasi Beragama dan Tantangan Polarisasi di Indonesia".

Kegiatan dilaksanakan di Aula Serbaguna Markas Kodim 1309/Manado, Jalan Raya Manado Tomohon, Keluraha Winangun Dua, Kecamatan Malalayang, Kota Manado, Sulut, Senin 09/10/2023.

Dalam sambutannya Komandan Kodim Kolonel Inf Himawan Teddy Laksono SIKom MTr(Han) menyampaikan tujuan dari komunikasi sosial ini untuk menjaga tali silaturahmi antara prajurit Kodim 1309/Manado dengan komponen masyarakat yang ada di wilayah kota Manado.

"Buatlah kegiatan ini menjadi penambah pengetahuan terutama menambah teman. Saya berharap kegiatan ini menjadi kontribusi yang baik kepada kita," ujar Dandim Manado dalam sambutannya.

Kegiatan dilanjutkan pemberian materi tentang Sosialisasi Pokok-pokok kebijakan TNI AD TA. 2023

“Kegiatan ini pada dasarnya juga bertujuan ikut serta membantu pemerintah daerah dalam rangka pembangunan daerah, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” papar Himawan Teddy Laksono.

Tentang menyikapi tantangan polarisasi sebagai ancaman persatuan dan kesatuan bangsa, dia mengatakan, sebagai bagian anak bangsa harus hadir menjawab tantangan dari segala bentuk ancaman polarisasi kepada negara dan bangsa.

“Juga menghadapi oknum elit yang mendompleng isu polarisasi demi kepentingan mereka," tambah Kolonel Teddy.

Untuk mengatasi adanya polarisasi, dia mengajak semua pihak berkomitmen mendorong segenap elemen bangsa untuk merefleksikan dan menggali kembali pilar-pilar kebangsaan secara kontekstual.

“Juga mempromosikan identitas bersama serta mendorong Kepemimpinan nasional bersikap terbuka dan kolaboratif," ujarnya. (Yoseph Ikanubun)