Dandim 1309/Manado Ngobrol Bersama Keluarga Pahlawan Nasional Bataha Santiago

Dandim 1309/Manado Kolonel Inf Himawan Teddy Laksono SIKom MTr (Han) saat berbincang-bincang bersama keluarga Pahlawan Nasional Bataha Santiago, Sabtu (11/11/2023), di Kelurahan Teling Bawah, Kecamatan Wenang, Kota Manado, Sulut. (Foto: Penerangan Kodim 1309/Manado)
Dandim 1309/Manado Kolonel Inf Himawan Teddy Laksono SIKom MTr (Han) saat berbincang-bincang bersama keluarga Pahlawan Nasional Bataha Santiago, Sabtu (11/11/2023), di Kelurahan Teling Bawah, Kecamatan Wenang, Kota Manado, Sulut. (Foto: Penerangan Kodim 1309/Manado)

Pemerintah RI memberikan gelar Pahlawan Nasional ke-6 tokoh. Presiden Joko Widodo  memberikan langsung gelar tersebut kepada perwakilan keluarga. Salah satunya adalah Bataha Santiago asal Sulut.

Adalah Veronika Horohiung, garis keturunan ke-10 dari Bataha Santiago, yang mewakili keluarga besar Pahlawan Nasional asal Sangihe itu menerima penghargaan di istana Negara, Jumat (10/11/2023).

Pada Sabtu (11/11/2023), Veronika Horohiung bersama suaminya kembali ke Manado, mereka dijemput oleh Dandim 1309/Manado Kolonel Inf Himawan Teddy Laksono SIKom MTr (Han) di Bandara Sam Ratulangi Manado.

Tak hanya menjemput, Dandim 1309/Manado juga mengunjungi rumah keluarga Bataha Santiago di Kelurahan Teling Bawah, Kecamatan Wenang, Kota Manado, Sulut. Rombongan tiba sekitar pukul 16.41 Wita.

“Kita akan mendengar cerita banyak tentang perjuangan, dan bagaimana sampai diperjuangkan menjadi Pahlawan Nasional,” ujar Kolonel Teddy, sapaan akrab Dandim 1309/Manado.

Di rumah tersebut, Veronika didampingi kakaknya Min Trisye Horohiung, berbincang-bincang dengan Dandim 1309/Manado. Veronika bercerita panjang lebar terkait perjuangan Bataha Santiago, bagaimana menelusuri jejak silsilah keluarga, hingga proses pengusulan dan ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.

“Menerima penghargaan sebagai Pahlawan Nasional, bukan sekadar penghargaan yang biasa-biasa saja. Perasaan campur aduk, senang, bangga, terharu, bahagia. Ini bukan hanya perasaan saya pribadi, tapi mewakili warga Sulawesi Utara, kepulauan Sangihe,” tutur Veronika.

Dia mengatakan, keluarga besar merasa bangga. Meski Batara Santiago sudah tiada, namun atas dedikasi, dan perjuangannya melawan penjajah, maka pemerintah menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional.

Usai berbincang-bincang dengan keluarga Bataha Santiago, sekitar pukul 17.40 Wita, Kolonel Teddy meninggalkan rumah tersebut.